Dalam perjalanannya perang dengan para pasukannya, ia melewati berbagai desa, salah satunya adalah Desa Pandak, Karangnongko, masuk wilayah Sukowati.
Di desa inilah Pangeran Mangkubumi membentuk pusat Pemerintahan Projo Sukowati. Ia juga meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati dan mengangkat beberapa pejabat pemerintahan.
Secara geografis wilayah tersebut terletak di tepi jalan lintas para tentara kompeni, dan dianggap kurang aman. Akhirnya pada tahun 1746 pusat pemerintahan dipindahkan ke Desa Gebang.
Sejak saat itulah Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Jati, Pakis, Krikilan, Celep, Prampalan, Mojoroto, Grompol, Kaliwuluh, Jurangjero, Jumbleng, Lajersari, dan beberapa desa lainnya.
Dengan daerah kekuasaan yang makin meluas dan juga jumlah pasukan yang semakin banyak, ia selalu menggencarkan untuk melakukan perlawanan dengan kompeni Belanda. Dalam perlawanannya ia juga dibantu oleh saudaranya yakni Raden Mas Said.