Kemudian pada Mei 2021 tiga rangkaian KRL yang setiap harinya beroperasi seluruhnya telah menggunakan SF 8. Tingginya minat masyarakat juga tidak lepas dari layanan transporasi yang selalu berfokus pada kebutuhan pelanggan.
Pengoperasian KRL Yogyakarta–Solo juga menandai dibukanya kembali empat stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna. Keempat stasiun tersebut adalah Stasiun Srowot, Ceper, Delanggu, dan Gawok. Selain itu Stasiun Brambanan yang sebelumnya hanya melayani sebagian jadwal KA Prambanan Ekspres kini melayani seluruh jadwal KRL Yogyakarta–Solo. Dengan pembukaan stasiun ini, akses masyarakat menuju transportasi publik semakin dekat dan mudah.
Sejumlah fasilitas layanan pengguna, terutama di stasiun-stasiun yang baru dibuka kembali, kini telah dilengkapi. KAI Commuter antara lain membangun toilet yang sesuai standar pelayanan minimum (SPM) di Stasiun Brambanan, Srowot, Ceper, Delanggu, dan Gawok.
Di Stasiun Gawok, KAI Commuter juga membuat area parkir kendaraan bermotor. Sementara di Stasiun Yogyakarta, KAI Commuter membangun hall khusus pengguna KRL sehingga pengguna lebih nyaman saat antre masuk stasiun.
Penambahan fasilitas layanan juga dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah, terutama Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. BTP Jabagteng telah menyelesaikan pembangunan peron tinggi di Stasiun Brambanan, Srowot, Ceper, Delanggu, dan Gawok.