Dia yang tinggal di kompleks perumahan mewah ini tak tahu kapan pendataan dilakukan sehingga bisa salah sasaran seperti ini. Dia pun mengharap agar pemerintah benar-benar bisa menyaring data sehingga tidak salah sasaran.
Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengakui ada data yang salah dan ganda. Dia pun memastikan akan menyaring kembali daftar penerima bansos.
"Kami akui data banyak yang salah, semua data dari pusat sehingga kami harus menyaring lagi. Untuk yang salah sasaran yaitu orang mampu mendapat dana, kami minta untuk legowo dan bisa dialihkan ke yang lain," katanya.
Sementara itu, pembagian dana blt atau bansos hingga kini masih terus dilakukan ke ribuan warga di Kota Pekalongan. Penyaluran dilakukan dari Kantor Pos atau sejumlah bank.