“Di sektor pasar tradisional, pasar modern, mal, hotel, masih banyak PR Jateng. Tapi ada praktik-praktik baik dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya yang bisa kita tiru untuk diterapkan di Jateng,” ujarnya.
Ganjar juga menegaskan, belum akan membuka semua obyek wisata di wilayahnya meski mendapat penghargaan prakondisi di Candi Borobudur.
Dia mengatakan, pembukaan objek wisata harus mengikuti kondisi dan ketentuan yang disyaratkan oleh Gugus Tugas Covid-19.
“Belum (dibuka). Tidak boleh diartikan seperti itu. Kita harus lihat grafiknya (kasus Covid-19) yang mulai turun, melandainya cukup drastis, melantainya cukup panjang dan ada konsistensi waktu minimal 14 hari,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah dan pengelola obyek wisata juga harus menyiapkan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan covid-19, termasuk menyiapkan arus transportasi dan alur kunjungan calon wisatawan.