Sedangkan jadwal pembelajaran dilakukan pada hari Senin sampai Jumat. Sementara untuk Sabtu, Minggu dan tanggal merah libur. Pihaknya fokus dengan materi membaca mengingat peserta yang ikut beragam mulai TK sampai kelas 4 SD. Dengan bisa membaca, mereka diharapkan bisa mandiri bisa menjawab soal yang diberikan sekolah. Namun demikian, siswa yang berkonsultasi mengenai pekerjaan rumah (PR) dari sekolah tetap dibantu.
Dalam kerja sama dengan Pertamina, untuk satu kelompok terdapat 8 anak yang diampu oleh satu guru. Sementara, terdapat lima kelompok yang dibagi pembelajarannya mulai pukul 11.00-16.00 WIB. Total terdapat 8 pengajar dengan jadwal yang berbeda. Para pengajar yang terlibat di Rumah Cerdas Madin Estu Panggugah memiliki latar belakang guru TK hingga SMA. Mereka berusaha menyempatkan waktu agar bisa mengajar di rumah cerdas.
Belajar membaca harus dilakukan intensif setiap hari. Jika diberi jeda masuk-libur, justru akan membuat anak malas mengikuti pembelajaran. Guna mendukung pembelajaran, yang paling utama adalah buku bacanya. Kendala yang dihadapi adalah kemampuan masing-masing anak berbeda-beda. Jika mengajar anak yang tergolong sudah lancar, waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama sehingga bisa bergantian dengan anak lainnya. Namun jika membimbing anak yang belum lancar, membutuhkan waktu lama dan jamnya keburu habis.
Dalam kegiatan membaca dan menulis ini, para peserta cukup membayar infaq setiap datang. Pada saat pendaftaran, peserta diminta mengumpulkan lima botol bekas. Permintaan mengumpulkan botol bekas berasal dari Pertamina, sehingga dirinya kurang mengetahui.
Mengenai honor untuk para pengajar, dia menegaskan jika sifatnya hanya sosial sehingga tidak bisa mengharapkan nominal yang banyak. Kalau sudah masuk maka harus ikhlas, karena honornya hanya sekedar untuk beli bensin. Namun demikian, keterlibatan Pertamina mendukung rumah cerdas diakui sangat membantu, termasuk untuk honor pengajarnya.