"Turun, turun, turun Sudewo, turun Sudewo sekarang juga," pekik massa dari mobil komando. Mereka berjanji akan bertahan hingga tuntutannya dikabulkan.
Dukungan logistik pun terus berdatangan dari warga, mulai dari air mineral kemasan, pisang hingga hasil bumi lain. Semua bantuan ditempatkan di posko depan halaman Pemkab.
Mobil komando yang menjadi pusat orasi ditempeli poster bernada keras. Salah satunya bertuliskan, "Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat."
Para demonstran mengaku aksi ini murni suara rakyat, meski polisi menduga ada pihak luar yang memprovokasi.
“Kami menduga ada penyusup di antara kerumunan massa yang memprovokasi kericuhan. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan koordinator lapangan untuk meredam situasi," ujar Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Untuk menghindari bentrokan lebih besar, aparat gabungan TNI-Polri sudah menyiagakan gas air mata dan water canon sejak awal pengamanan. Hingga siang ini, situasi di lokasi aksi masih dipantau ketat.
Kericuhan demo Bupati Pati ini menjadi perhatian publik, mengingat tensi politik di daerah sedang memanas akibat penolakan terhadap kebijakan kenaikan pajak tersebut.