Dikatakannya, revitalisasi Lokananta salah satunya karena posisinya sebagai cagar budaya yang patut dilestarikan. PPA selanjutnya ditugasi agar bisa mengembangkan kembali Lokananta. Studi komprehensif dan kajian kelayakan telah ditempuh sebelum melaksanakan revitalisasi.
Mengenai perubahan bangunan, keberadaan cagar budaya di Lokananta terletak di depan. Untuk itu, semaksimal mungkin keberadaannya tetap dipertahankan. Selain itu, juga ada kusen-kusen yang telah dicat. Nantinya akan dikupas kembali karena di dalamnya masih kayu jati yang bagus.
“Itu yang akan kami tampilkan kembali. Sebagian besar bangunan yang dianggap cagar budaya, pendopo dan recording, sebetulnya kalau dilihat bukan cagar budaya. Tapi tetap kami pertahankan juga. Recording music tetap dipertahankan menjadi ruang musik untuk recording dan ruang musik untuk show,” tuturnya.
Sedangkan fasilitas yang baru, antara lain amphitheater dan tribunnya untuk melihat. Sedangkan di belakang museum akan dibuat seperti in house, inside pameran dan musik. Selain itu juga ada digital peluang UMKM. Sementara, untuk museum dan arsip menjadi sesuatu yang diutamakan.
“Target selesai April atau Mei 2023. Total areanya 1,2 hektare,” katanya.