Lantaran tidak ada kepastikan kapan KA datang, Purwati dan sebagian penumpang lainnya yang tidak sabar bahkan terpaksa mengembalikan tiket dan menggunakan moda transportasi lain. “Saya pakai bis saja, karena keretanya gak jelas kapan datang,” ucapnya.
Hingga siang ini, proses perbaikan bantalan rela kereta api yang ambles tergerus banjir terus dilakukan oleh pihak PT KAI. Keterlambatan kedatangan dan keberangkatan kereta api terjadi karena hanya satu jalur KA lintas utara di Ujungnegoro, Batang yang bisa digunakan. Sehingga kereta api dari dua arah harus antre satu per satu. Diperkirakan jalur kembali normal sore nanti.
Diketahui, belasan perjalanan kereta api (KA) di jalur utara Jawa terganggu akibat banjir yang melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dari data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, tercatat ada 11 perjalanan KA yang dialihkan ke jaluur selatan.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan, titik banjir antara stasiun Batang - Ujungnegoro km 76 +1/8. Genangan banjir itu awalnya diketahui masinis kp/2722B (semen) pada Sabtu 26 Januari pukul 23.42 WIB, di km 76+1/8 petak jalan Batang-Ujungnegoro.
"Selanjutnya di kilometer tersebut dijaga petugas jalan rel dan jembatan guna memantau perkembangan," katanya, Minggu (27/1/2019).