Ratusan Pengungsi di KRB Erupsi Merapi Masih Bertahan di Barak Pengungsian

Angga Rosa
Pengungsi terdampak kawasan rawan bencana Gunung Merapi. (Antara)

MAGELANG, iNews.id  - Ratusan warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Merapi hingga saat ini masih bertahan di tempat pengungsian. Mereka berada di lima titik tempat evakuasi akhir (TEA) yang tersebar di Kecamatan Mertoyudan dan Mungkid.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, hingga kemarin pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi yang masih berada di tempat pengungsian sebanyak 628 jiwa. Ratusan jiwa pengungsi tersebut terdiri dari warga Desa Paten sebanyak 413 jiwa, warga Desa Krinjing 119 jiwa dan warga Desa Keningar sebanyak 98 jiwa. 

Warga Desa Paten yang terdiri dari warga Dusun Babadan 1 sebanyak 286 jiwa dan Dusun Babadan 2 sebanyak 127 jiwa. Warga Dusun Babadan 1 mengungsi di Gedung TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Sedangkan warga Dusun Babadan 2 di Gedung TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.

Kemudian, Desa Krinjing yang terdiri dari warga Dusun Trono sebanyak 24 jiwa mengungsi di Gedung Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, warga Dusun Pugeran sebanyak 42 jiwa di Gedung Balai Desa Deyangan dan 53 warga Dusun Trayem di Gedung Balai Desa Deyangan. 

Selanjutnya Desa Keningar yang terdiri dari warga Dusun Gondangrejo sebanyak 49 jiwa mengungsi di Gedung SDN 1 Ngrajek, Kecamatan Mungkid dan warga Dusun Banaran sebanyak 47 jiwa mengungsi di rumah Kepala Desa Ngrajek.

Sebenarnya, Desa Keningar di luar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG. Namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi Gunung Merapi pada 2010 lalu, maka Pemerintah Desa Keningar memfasilitasi evakuasi pengungsian.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, apabila statu Gunung Merapi naik menjadi awas, maka mengungsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. "Pengosongan zona bahaya sesuai rekomendasi BPPTKG harus dipatuhi," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Momen Sakral Puncak Waisak, Ribuan Lampion Diterbangkan di Candi Borobudur

57 tahun lalu

Kecelakaan 2 Truk Adu Banteng di Magelang, Sopir Terjepit Kabin 

57 tahun lalu

Sosok Sertu Muhammad Nur, Prajurit TNI Gugur Diserang Israel di Lebanon, Tinggalkan Bayi 7 Bulan

57 tahun lalu

Pembunuhan Lansia di Magelang Terungkap, Korban Dicekik Tetangga gegara Uang

57 tahun lalu

Angin Kencang Terjang 3 Kecamatan di Magelang, 53 Rumah Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal