Atas dasar itu, kata Agus, sosok Jokowi sangat layak untuk kembali memimpin negeri ini. Apalagi ada sosok KH Ma'ruf Amin yang menjadi pendampingnya. "Apa pun partainya, apa pun makannya. Pilihannya tetap nomor satu, Pak Jokowi, Kiai Ma'ruf," katanya.
Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Muhammad Toha menegaskan, sosok Jokowi tidak akan ingkar janji. "Apalagi perhatian pada NU atau santri, sejauh ini sudah sangat baik. Ditetapkan Hari Santri, hingga adanya balai latihan kerja di pesantren," katanya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, warga NU juga harus tahu akan politik. “Karena itu saya juga jelaskan banyak hal. Apalagi banyak berita bohong menyerang Pak Jokowi,” ujarnya.
Koordinator JPNU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menambahkan, perempuan merupakan jumlah pemilih terbesar. Jika semuanya bersatu, maka tujuan akan tercapai.
Dia menegaskan, kaum perempuan tidak boleh sekadar jadi penonton. Karena itu semua bergerak. “Tentu semuanya dalam kendali. Kita terus lakukan evaluasi, apa yang sudah dilakukan kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga dusun," bebernya.
Menurut Khizana, JPNU memiliki tujuan besar untuk menyelamatkan tradisi NU. “Kita ingin amankan program yang berpihak pada santri yang selama ini sudah dijalankan Pak Jokowi,” katanya.