"Saya juga sempat berdiskusi dengan Wakapolres Purworejo dan tim, Kabintal Kodam 4, Dandim Purworejo, Danramil Kec. Bener. Saya titip bapak-bapak utk mengayomi warga tanpa membedakan yang pro atau kontra," katanya.
Alissa Wahid sebelumnya juga mengatakan sikapnya terhadap persoalan di Desa Wadas. Menurutnya, akar masalah konflik warga desa itu ada pada paradigma pembangunan.
"Rakyat diminta menyerahkan tanah airnya kpd Negara, dengan dalih demi kepentingan lebih besar. Benar-benar rakyat itu (dianggap) kecil. Kalau menolak, dianggap membangkang kpd Negara. Dianggap diprovokasi. Boleh ditindak," tulisnya.
Dia mengatakan, kalaupun untuk kepentingan lebih besar, rakyat tetap berhak berpendapat dan bertindak atas tanah airnya. "Sehingga proses "nembung" harus sampai di titik temu yang setara. Tidak boleh dikorbankan. Kaidahnya : kebijakan pemimpin haruslah ditujukan untuk kemaslahatan rakyatnya," katanya.
Dia juga mengingatkan agar jangan sampai rakyat kecil dikorbankan atas nama pembangunan.