Apalagi instruksi itu juga diteruskan kepada kepolisian untuk mengawasi para penagih yang masih berkeliaran di masyarakat. Padahal langkah mereka juga tidak selaras dengan upaya pemerintah untuk tetap di rumah.
"Yang utama itu bank keliling yang masih suka nagih sampai sekarang. Tolong para pengusaha ini menghentikan sementara penagihan yang masih merajalela," katanya.
Sementara masyarakat sebagai pihak penghutang atau debitur mengaku merasa tidak nyaman dan tertekan. Apalagi penagih tak segan datang setiap hari ke kampung-kampung.
"Sampai sekarang masih nagih kerumah, minta dibayar sesuai tagihan," ucap warga Wangon.
Pihak aparat desa dan Kepolisian setempat juga sebelumnya meminta agar tidak ada cara kekerasan terhadap penagihan hutang oleh bank harian. Seharusnya dari keduanya ada komunikasi saling mengerti kondisi ekonomi karena corona.
"Kami mengharapkan keduabelah pihak dari debitur dan kreditur itu ada solusi secara persuasif. bentuk keringannya seperti apa," ucap Sekretaris Desa Klapa Gading Kulon, Edi Susilo.