Atikoh juga sukses menaikkan anggaran yang diterima Kwarda Jateng melalui dana hibah dari APBD Provinsi Jateng. Dari yang awalnya hanya sebesar Rp5 miliar, pada 2023 meningkat hingga capai hingga Rp 8 miliar. Anggaran tersebut disalurkan sebagai dana fasilitasi kepramukaan kwarcab.
Di bawah komando Siti Atikoh Ganjar, Kwarda Jateng juga mencatatkan sejarah sebagai peserta yang mengirimkan anggota terbanyak pada Jambore Dunia di Korea Selatan sebanyak 218 peserta.
Selain itu, selama lima tahun ke belakang Pramuka Jawa Tengah aktif di berbagai aksi sosial. Termasuk kegiatan tanggap kebencanaan. Atikoh mengatakan, Pramuka mengajarkan banyak nilai-nilai kebaikan dan kehidupan.
"Jadi di sini bukan hanya sebagai organisasinya tetapi bagaimana impact-nya ke masyarakat itu yang bikin haru," kata Atikoh.
Dalam kesempatan itu, Atikoh juga menyebutkan kriteria yang dibutuhkan untuk memimpin Kwarda Jateng. Yakni sosok yang punya peduli terhadap Pramuka dan mempunyai kepedulian terhadap persoalan masyarakat.