Diakui Budi, tidak tetap bersyukur masih bisa mencukupi makan keluarganya. Tetapi, dia juga ingin mengabaikan pendidikan anak-anaknya.
"Tapi untuk pendidikan anak-anak kita harus belajar pakai HP ini yang jadi kesulitan saya. Rumah saya tempati ini hampir roboh. dengan anak 10 bagimana saya harus nerfikir memcukupi mereka dengan pendidikan mereka, ditambah buat beli kuota itu tambah biasa," katanya.
Budi kini bertambah beban karena harus mengumpulkan biaya kelahiran anaknya yang ke-11. Kondisi rumah yang berukuran 7x7 meter yang mereka tempati juga sudah tidak layak dan membahayakan nyawa penghuninya.
Sebagian atap dan tembok sudah ambrol dan sebagian lagi nyaris roboh. Meski demikian, mereka tetap bertahan karena tidak punya pilihan dan dana untuk merenovasi rumah.