“Jadi kalau klaster lapas, di Lapas Kendal itu ada 31 orang kemudian lapas terbuka ada 9 orang. Kalau di Lapas Kendal itu awalnya ada pegawai melakukan pemeriksaan swab antigen di klinik swasta, 3 pegawai positif kemudian kita melakukan pengembangan pegawai itu kontak dengan siapa saja terutama warga binaan,” kata Ferinando, Minggu (23/5/2021).
“Ada 34 warga binaan yang kita lakukan swab. Kemudian dari pemeriksaan PCR 31 positf, itu di lapas kelas II A. Hari ini Puskesmas melakukan tracing lagi dan melakukan swab. Kemudian kita akan periksa di lab apakah ada warga binaan kami yang tertular,” katanya.
Sementara, puluhan orang yang positif dari klaster Lapas Kendal ini kini menjalani isolasi mandiri di ruangan lapas terpisah. Dinas Kesehatan Kendal akan terus melakukan swab kepada warga binaan lainnya yang sebelumnya tidak menunjukkan gejala.