PTYQ Kudus Gelar Halaqah Fikih Peradaban, Bahas Fikih Siyasah dan Kaum Minoritas

Kastolani Marzuki
PTYQ Kudus menggelar halaqah peradaban membahas fikih siyasah dan masalah kaum minoritas. (Foto: ist)

Menurut Hasyim, penting juga untuk dikemukakan terkait sistem pemilihan di Indonesia, antara lain soal hak pilih perempuan, penyandang disabilitas dan Orang dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Indonesia secara demokrasi lebih maju dibanding Amerika dari sisi memberikan hak pilih perempuan. Amerika memberikan hak pilih terhadap perempuan baru berlangsung tahun 1970-an, sedangkan Indonesia sudah lebih dulu," tuturnya.

KH Ulil Abshar Abdalla, menyampaikan, bahwa fikih peradaban yang digagas oleh ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), tak lain agar para kiai terlibat berbicara mengenai problematika Internasional.

"Selain halaqah ini, PBNU juga menggagas R-20 (yang baru selesai digelar belum lama ini, red). Sebuah forum diskusi antaragama yang diadakan dengan misi agar agama dapat menjadi solusi atas problematika dunia," paparnya.

Pengagum Imam Al-Ghazali itu menambahkan, bahwa problematika dunia sangat beragam, dan di antara berbagai problematika tersebut juga ada beberapa yang bersinggungan dengan agama.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Nabil Haroen Sebut Fikih Peradaban Sumbangsih NU Bangun Tatanan Baru Dunia

57 tahun lalu

Halaqah Internasional di Ponpes Al-Falah Bandung, Kang Ace Ajak Santri Rawat dan Jaga NKRI

57 tahun lalu

Hadiri Halaqah Kebangsaan MP3I, Kapolda Jabar: Polri Butuh Dukungan Para Ulama

57 tahun lalu

Cerita Gus Ulil: Istilah Halaqah Muncul saat Gus Dur Jadi Ketua Umum PBNU

57 tahun lalu

PBNU Masukkan Elemen Fikih Peradaban Dalam Kurikulum Pendidikan di Madrasah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal