Mantan Sekda Kabupaten Tegal itu pun sadar tidak bisa mengandalkan sokongan dana dari APBD karena hal itu akan melanggar peraturan pemerintah. “Persekat butuh sponsor. Butuh dana yang besar. Bantuan pemda 2019 lewat KONI sekitar Rp60 juta. Tapi kami sadar pemda tidak bisa memberikan dana APBD untuk sepak bola itu sesuai aturan,” katanya.
Bagas juga berharap perusahaan-perusahaan berskala nasional yang ada di Kabupaten tegal ikut peduli membantu Persekat. “Paling tidak, mereka ini (pengusaha) sedikit menyisihkan dananya untuk pembinaan olahraga, dalam hal ini sepak bola,” ujarnya.
Menurut Bagas, dana yang dibutuhkan Persekat untuk mengarungi satu musim kompetisi Liga 2 jelas sangat besar dan hal itu akan menjadi perhatian penuh PSSI. “PSSI pasti akan melakukan audit ketat terhadap peserta Liga 2. Pemain harus digaji tiap bulan dan mess,” ucapnya.
Diketahui Persekat mengukir sejarah sepanjang klub sepak bola kebanggan Wong Tegal itu berdiri setelah promosi ke Liga 2. Kesuksesan Persekat menembus Liga 2 itu diraih dengan susah payah. Dalam laga terakhirnya melawan PSKC Cimahi di Stadion Siliwangi, Bandung, Persekat takluk 1-0, Kamis (26/12/2019).
Meski kalah, Persekat tetap lolos lantaran pada laga lainnya, Persidi Idi (Aceh) tumbang dari lawanya KS Tiga Naga Pekanbaru dengan skor 2-1. Dengan hasil tersebut, Persekat nyaman bertengger di posisi tiga Grup Barat 8 Besar Liga 3 dengan poin 3.