Prihatin Kasus Asusila, Gus Yusuf: Tolong Lihat Dulu Pesantrennya, Rekam Jejak Harus Jelas

Ahmad Antoni
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bidang Pendidikan dan Pesantren KH M Yusuf Chudlori. (foto: IST)

Namun belakangan, juga muncul kasus di Tasikmalaya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) setempat mengungkap ada sembilan santriwati yang menjadi korban aksi bejat guru sekaligus pengelola pesantren. Para korban merupakan siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS/SMP) dan Aliyah (MA/SMA) dengan rentang usia 15-17 tahun

Dia menambahkan, situasi itu juga menjadi koreksi bagi pesantren. “Kita sebagai pengasuh pesantren harus tambah prihatin, untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, menambah riyadoh, mujahadah, agar kita selalu dalam pelindungan Allah,” ujar salah satu Pengasuh Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang ini.

Sebab, kata dia, yang namanya nafsu, itu menempel kepada siapa siapa pun. Semua manusia punya potensi untuk baik dan potensi untuk buruk, tinggal bagaimana berikhtiar kita untuk menjaganya. 

“Namun juga harus ada ikhtiar lahir. Sistem pesantren ayo kita evaluasi bareng-bareng. Ssitemnya, keamanannya, agar tidak memberikan kesempatan-kesempatan untuk berbuat yang tidak baik,” tegasnya.

Gus Yusuf juga berharap kepada organisasi pesantren untuk lebih menertibkan anggotanya. Seperti Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU, memverifikasi ulang pesantren-pesantren.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo dan Sosok KH Abdul Karim yang Lahirkan Ulama Besar

57 tahun lalu

Hari Santri 2025, Menag Ungkap Pemerintah Siapkan Eselon 1 Khusus Tangani Pesantren

57 tahun lalu

Hari Santri 2025, Menag Nasaruddin: Pesantren Motor Peradaban Dunia

57 tahun lalu

Profil Farida Faricha, Politisi Muda PKB asal Grobogan Dilantik jadi Wamenkop

57 tahun lalu

Profil Alamuddin Dimyati Rois, Anggota DPR 3 Periode Meninggal usai Kecelakaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal