“Empat ini juga melambangkan seorang pramuka sebagai pandu yang disebut dalam lagu Indonesia Raya harus terus menjaga empat consensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Selain itu, terhimpun dalam tiga adalah kalau dalam pramuka disebut Satya, warok sebagai ksatria yang terus menerus akan menjaga Persatuan dan Kesatuan. Ini dijadikan sebagai metode kalau dalam kepramukaan tidak sekedar teori tetapi juga praktik.
Kemudian kaitannya dengan tari tentunya menggambarkan tentang olah pikir, olah rasa, olah jiwa dan olahraga yang dalam pramuka dinamakan spiritual, emosional, social, serta intelektual dan fisik.
“Karena orang menari itu butuh wirogo, wiromo dan wiroso itulah pendidikan karakter yang mencoba terintgral di dalam penugasan lkepramukaan,” ujarnya.
Pendiri dan Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka mengatakan gerakan yang digagas oleh Gugus Depan Ambalan Racana Wijaya - Tunggawijaya Unnes, layak tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia.