Lain halnya Vita, warga Karangrejo Gajahmungkur. Dia memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta. “Anak saya enggak ikut PPDB karena (Gajahmungkur) gak ada SMA negeri. Langsung saya daftarkan ke sekolah swasta,” katanya.
Sementara, DPRD Kota Semarang mengakui perlunya penambahan sekolah menengah atas (SMA) negeri di daerah karena saat ini jumlahnya masih sangat kurang.
"Kalau dari segi jumlah (SMA negeri) memang tidak sebanding dengan sekolah menengah pertama (SMP) negeri," kata anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Supriyadi, Rabu (28/6).
Jumlah SMA negeri di Kota Semarang hanya ada 16 sekolah, ditambah 11 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri, sedangkan SMP negeri saat ini ada 45 sekolah sehingga memang tidak seimbang
Idealnya, kata dia, memang harus dilakukan penambahan SMA negeri di Kota Semarang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang saat ini memegang pengelolaan jenjang pendidikan menengah atas.