Ganjar menegaskan hal ini setelah ada warga yang bertindak kurang bijak saat menyertakan berkas PPDB online. Seperti halnya, kartu keluarga (KK) yang tidak sesuai atau masalah KK lain yang banyak ditanyakan masyarakat.
"Ketentuannya KK satu tahun, maaka satu tahun silakan diurus. Ternyata banyak orang yang kurang sekian bulan atau tidak satu tahun. Ini dikhawatirkan modus untuk mendekati sekolah," katanya.
Menurut Ganjar, surat pindah tugas kerja orang tua juga bisa disertakan dalam pendaftaran PPDB. Nantinya semua akan diverifikasi lebih dulu. "Tinggal pindah beneran atau tidak, kita verifikasi. Sebenarnya verifikasi KK, verifikasi pindah, dan sebagainya, itu memang sering kali tidak clear," ujar Ganjar.
Dia melihat untuk isu KK memang seolah sudah lama disiapkan. Misalnya KK, bisa menumpang KK saudaranya dulu atau indekos yang dekat dengan sekolah. Bahkan, saat ini ada pula masyarakat yang ditawari surat kesehatan hingga surat keterangan lainnya.
Karena itu, Ganjar mempersilakan warga untuk menghubungi hotline yang tersedia di sistem online PPDB jika menemukan hal ini. Masyarakat juga tak perlu khawatir saat mendaftar karena akses NIK yang semula hanya 300.000 per hari sudah ditambah kapasitasnya sejak kemarin. Akses ini bisa dibuka hingga 1 juta pengakses per hari.
"Enggak ada kendala. Servernya juga enggak ada kendala," ujarnya.