Potensi Timbulkan Kerumunan, Pentas Kuda Lumping di Purbalingga Dihentikan

Nani Suherni
Pembubaran pentas kuda lumping di Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten PurbaIingga, Senin (28/9/2020). (Foto: Dok Humas Polres Purbalingga)

PURBALINGGA, iNews.id - Polisi dari Polsek Pengadegan, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) membubarkan pentas kuda lumping di salah satu rumah warga Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Senin (28/9/2020). Pembubaran dilakukan bersama dengan Satpol PP Kecamatan Pengadegan.

Kapolsek Pengadegan AKP Susilo mengatakan, adanya informasi terdapat kegiatan pentas kuda lumping di Desa Bedagas. Penghentian acara dilakukan untuk mencegah aktivitas berkerumun masyarakat dalam jumlah banyak.

“Pentas kuda lumping yang menghadirkan banyak orang berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19. Apalagi di lokasi kami lihat minim penerapan protokol kesehatan. Oleh sebab itu kami hentikan kegiatan tersebut,” kata Susilo dilansir dari website resmi Polda Jateng, Selasa (29/9/2020)

Dia menjelaskan selama pandemi Covid-19, warga tidak diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan yang mengundang banyak masyarakat. Jika dijumpai ada warga yang tidak mengindahkan aturan, maka polisi akan langsung membubarkan.

“Pembubaran pentas kuda lumping kami lakukan secara persuasif kepada penyelenggara kegiatan. Setelah mendapat penjelasan, penyelenggara bersedia menghentikan pentas kuda lumping,” katanya.

Susilo menambahkan, penyelenggara kegiatan diketahui berinisial NS yang beralamat di Desa Bedagas RT 21 RW 9. Sebelum dihentikan, pentas kuda lumping tersebut diselenggarakan dalam rangka hajatan pernikahan anaknya. Rencananya pentas kuda lumping akan diselenggarakan siang dan malam.

“Kami berharap masyarakat bisa tertib dan taat aturan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pembunuh Balita dalam Karung di Cilacap Ditangkap Kurang dari 12 Jam, Ternyata Tetangga

57 tahun lalu

Hasil Visum Ungkap Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Meninggal karena Hipotermia

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Taman Bunga Lereng Gunung Slamet, Wisata Murah Pesona Alam Berkabut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal