SEMARANG, iNews.id - Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah (Jateng) mempersoalkan postingan akun media sosial (medsos) Facebook Ade Armando pada 1 Juni 2020. Mereka menilai bahasa Ade Armando menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan presiden.
Postingan Ade Armando yang dipersoalkan yakni, “Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat.”
Wakil Ketua PWPM Pemuda Muhammadiyah Jateng Andika Budi Riswanto membenarkan bahwa pihaknya melayangkan somasi kepada Ade Armando berkaitan dengan postingannya di Facebook. Adapun hal yang dipersoalkan yakni bahasa Ade Armando yang menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan presiden sangat tidak benar. Bahasa pemakzulan ada pada Undang-Undang Dasar 1945.
“Yang kami Persoalkan adalah bahasa Pak Ade yang menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan serta adanya bahasa dungu yang ditujukan kepada Prof Dien Syamsudin. Ini jelas sebuah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” katanya, Senin (1/6/2020) malam.
Dalam somasi itu, disebutkan bahwa Kokam PWPM Jateng menilai postingan Ade berunsur fitnah dan mencemarkan nama baik Muhammadiyah. Pertama, fitnah tuduhan Muhhamadiyah telah menggiurkan isu pemakzulan presiden.