"Untuk hari ini, vaksinasi dosis kedua diikuti 877 orang yang terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan semua lapisan masyarakat," kata Kapolres Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo menyampaikan, dalam pelaksanaan vaksinasi itu, masyarakat terlihat antusias. Dia pun berharap antusiasme masyarakat akan mempercepat pencapaian herd immunity.
"Semoga dengan antusiasme masyarakat yang tinggi ini dapat mempercepat herd immunity masyarakat sehingga pandemi Covid-19 segera berakhir," katanya.
Selain di Gedung PGRI, Gerai Vaksinasi Merdeka Candi Polres Sukoharjo juga dilaksanakan di Gedung Serbaguna PT Sritex khusus dosis pertama. Vaksinasi diikuti 1.516 buruh atau karyawan dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo.
Diketahui, sejarah Polwan dimulai pada awal tahun 1948. Saat itu, terdapat kesulitan-kesulitan pada pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita, terutama pemeriksaan fisik untuk menangani sebuah kasus. Hal tersebut membuat polisi sering kali meminta bantuan para istri polisi dan pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik.
Kemudian, organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukit Tinggi berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian untuk menangani masalah tersebut.
Pada tanggal 1 September 1948, secara resmi disertakan enam siswa wanita yaitu, Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar dan Rosnalia Taher untuk mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi.