SEMARANG, iNews.id - Polres Semarang akan berpegang teguh pada prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (Betah) dalam melaksanakan tugas penerimaan calon taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri tahun 2021. Ini dilakukan agar seleksi calon anggota Polri berjalan dengan baik dan bebas dari praktik KKN.
Untuk menguatkan komitmen tersebut, Polres Semarang telah menggelar penandatanganan nota kesepahaman pembinaan dan pelatihan calon peserta penerimaan anggota Polri dengan Pemda Kabupaten Semarang.
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan pelatihan bagi calon peserta penerimaan anggota Polri di Kabupaten Semarang dengan prinsip seleksi Betah.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Semarang yang telah bekerja sama dengan baik. Selanjutnya kami akan mensosialisasikan kepada siswa siswi dan masyarakat. Bagi yang berminat menjadi anggota Polri kami akan menyediakan pembinaan dan pelatihan calon peserta seleksi penerimaan anggota Polri," ujar Kapolres, Selasa (9/11/2021).
Dia mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman dengan instansi terkait, menandakan bahwa Polri siap melaksanakan rekrutmen dengan baik tanpa ada KKN. Berbagai aturan dalam rekrutmen ini telah disusun oleh panitia pusat, di antaranya bahwa dalam setiap tahapan seleksi tidak dipungut biaya (gratis).