Paman korban, Zaenuri, menyebut bahwa keponakannya diduga membeli bahan pembuat mercon secara online dengan sistem Cash on Delivery (COD). Bahan tersebut kemudian disimpan di kamar belakang sebelum akhirnya meledak.
Tim Gegana, Labfor, dan Inafis Polda Jateng yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga memasang garis pembatas untuk kepentingan penyelidikan.
Kasubdit Fiskomfor Labfor Polda Jateng, AKBP Totok Tri Kusuma, menjelaskan jenis bahan yang memicu ledakan tersebut.
"Meskipun jenis low explosive, daya ledaknya membentuk kawah atau lubang sedalam 35 sentimeter di lokasi. Kami juga menemukan satu kardus berisi berbagai jenis petasan yang diduga akan dijual oleh pemilik rumah," kata AKBP Totok.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses autopsi. Sementara itu, polisi masih memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan petasan Semarang tersebut.
Polisi juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain atau memproduksi petasan secara mandiri. Selain melanggar aturan, aktivitas tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.