Puluhan petugas dari Polres Brebes dan Brimob Polda Jateng yang tengah mengamankan libur Natal dan Tahun Baru langsung mendatangi rumah sakit dan menyisir warga yang melakukan perusakan untuk diamankan. Belasan warga berhasil diamankan dan dibawa dengan menggunakan truk menuju Mapolres Brebes.
Pihak rumah sakit yang dikawal TNI Polri kemudian mendatangi kediaman almarhum untuk mengambil dan memakamkan jenazah sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.
Sempat terjadi penolakan dari pihak keluarga saat jenazah akan dibawa petugas medis. Bahkan, sejumlah anggota keluarga menangis histeris karena menilai almarhumah meninggal karena sakit yang diderita, bukan karena terkonfirmasi Covid-19. Pascakejadian itu, petugas juga melakukan rapid test kepada warga yang telah membawa jenazah keluar dari rumah sakit.
Sumarlin, suami dari almarhumah Dewi Wulandari mengatakan, tidak percaya istrinya terkonfirmasi Covid-19. Sebab, sebelumnya pihak RSUD Brebes memperbolehkan istrinya pulang sebelum kritis karena sesak napas dan meninggal dunia.
Keluarga juga menilai janggal tes swab dari pihak RSUD Brebes. Hasil tes yang keluarga dalam waktu sehari dinilai terlalu cepat. Setelah itu, istrinya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Karena tidak percaya dengan hasil tes itu, keluarga dan warga mengambil paksa jenazah untuk dimakamkan secara layak.