Polemik Kerumunan Vaksinasi di Gradhika, Ini Saran Bambang Kribo ke Ganjar

Ahmad Antoni
Gubernur Ganjar Pranowo (membelakangi) saat ikut menertibkan antrean vaksinasi di kompleks Kantor Gubernur Jateng. (foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Ketua DPRD JatengBambang Kusriyanto ikut angkat bicara menanggapi  kerumunan ribuan warga mengantre vaksinasi di kompleks Kantor Gubernur Jateng. Menurutnya, program Sentra Vaksinasi Gradhika ibarat mau menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan masalah. 

"Vaksinasi merupakan upaya memerangi Covid-19, tetapi melihat kejadian berkerumunnya massa di Gradhika kemarin justru potensi penularan muncul. Maunya menyelesaikan masalah tapi justru menimbulkan masalah," kata Bambang Kribo, Kamis (10/6/2021). 

Dia mengatakan, pemerintah pusat sejak awal sudah berkomitmen memberikan vaksinasi Covid-19 secara gratis untuk masyarakat. Karenanya dia mempertanyakan langkah Pemprov Jateng yang memberi embel-embel gratis dalam program Vaksinasi Gradhika yang diprioritaskan bagi lansia tersebut. 

Politisi PDI Perjuangan itu  menambahkan, jika Pemprov Jateng sudah mendapatkan stok vaksin dari pemerintah pusat, sebaiknya vaksinasi dilaksanakan melalui Puskesmas sehingga tidak memunculkan kerumunan di satu tempat. 

"Puskesmas tersebar di seluruh kabupaten/kota. Melakukan vaksinasi bagi masyarakat melalui Puskesmas akan lebih efektif dan tidak menimbulkan kerumunan terpusat. Kalau dipusatkan di Gradhika, para lansia dari luar Semarang akan kesulitan mengakses. Ini yang harus dipikirkan Gubernur," katanya. 

Menurutnya, langkah Satpol PP Kota Semarang yang membubarkan kerumunan di Sentra Vaksinasi Gradhika sudah benar. "Pemkot Semarang tentu tidak mau muncuk klaster baru di Kota Semarang. Apalagi tren kenaikan kasus Covid-19 saat ini terjadi di beberapa daerah di Jateng," ujar Bambang. 

Seperti diberitakan sebelumnya, program Sentra Vaksinasi di Gradhika Bhakti Praja justru menimbulkan kerumunan massa, Rabu (9/6). Ribuan warga yang ingin divaksin datang bersamaan dan membuat petugas kewalahan karena tak siap.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan Pemprov

57 tahun lalu

Perbaikan Jalan Grobogan-Semarang Selesai, Seluruh Kendaraan Kembali Boleh Melintas

57 tahun lalu

Banjir Rendam 90 Desa di Pati, Gubernur Jateng Cek Kondisi Warga Terdampak

57 tahun lalu

Jateng Diserbu 8,6 Juta Orang saat Nataru, Diprediksi Masih Akan Bertambah

57 tahun lalu

Pemprov Jateng Siapkan 16 Ambulans untuk Pemulangan Jenazah Korban Kecelakaan di Tol Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal