“Curiga dengan pintu terkunci dan lampu masih menyala, keduanya lalu masuk melalui jendela dan mendapati korban sudah meninggal dalam keadaan bersimbah darah di depan kamar,” katanya.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang untuk keperluan visum dan autopsi.
Dugaan sementara nenek Mujihah ini menjadi korban perampokan dan pelaku menghabisi korban karena melawan lantaran tepergok mencuri. “Kami polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pembunuhan disertai dengan perampokan ini,” tandas Sugiyanto.
Anak korban, Hermawan mengakui, selama ini ibunya memang tinggal sendirian. Sejumlah perhiasan yang dimiliki ibunya, kata dia, diketahui hilang seperti gelang, kalung dan cincin yang beratnya mencapai 100 gram.
Tetangga korban, Bibit mengaku tidak tahu persis kejadian itu. Dia hanya sempat mendengar teriakan korban sekali dan kemudian suasana kembali sepi. “Korban tinggal sendirian, anaknya tinggal di wilayah lain dan kerap mengunjungi tetapi tidak tinggal satu rumah,” ucapnya.