Daryono menambahkan setelah menerima informasi kejadian, pihaknya langsung menghubungi petugas PLN dan aparat kepolisian. PLN untuk upaya mematikan jaringan listrik terlebih dahulu, sedangkan polisi untuk olah TKP dan evakuasi korban.
"Listrik begitu mati, setelah itu kita nunggu petugas Polres dan Puskesmas. Diperiksa, kemudian jenazah korban diturunkan dari lantai II. Rencananya, jenazah langsung dimakamkan," kata Daryono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Disimpulkan, meninggalnya Syaroni murni karena tersengat arus listrik. Hal itu terlihat dari bekas luka bakar di tubuh korban.