“Yang terbaik dalam masa pandemi covid-19 ini bagi warga Kota Semarang adalah tidak boleh ada yang sakit dengan cara, yaitu pertama makan makanan yang sehat, teratur dan bergizi, kedua adalah sering minum vitamin, dan ketiga yaitu mejalankan SOP kesehatan dengan melakukan 3 M,” kata Hendi.
Sementara, Mika L Tobing menerangkan tentang penggunaan alternatif pengobatan melalui terapi plasma konvalesen. Secara rasional, sebetulnya pemberian terapi plasma Covid-19 itu adalah pada masalah memperbaiki reaksi immunologist dari pasien, atau dalam bahasa kedokteran disebut immunomodulatory treatment.
"Dengan pemberian plasma konvalesen yang sudah mengandung antibodi pada pasien yang sedang menderita Covid, maka immunologist dari pasien itu akan lebih baik. Sehingga dengan demikian perbaikan dan keselamatan akan mungkin didapatkan,” ujarnya.
Jadi, terapi plasma konvalesens bermanfaat jika dipergunakan pada saat yang tepat, disertai modalitas terapi lainnya. Hal lain, efektifitas terapi juga tergantung pada fase penyakit dan kormobiditas pasien, yang biasanya terapi ini kita berikan pada pasien fase berat atau yang mengancam kehidupan dan efek samping bisa dipantau serta pemberian terapi di ICU dengan sepengetahuan pasien dan atau keluarga.
Kepala UDD PMI Kota Semarang, Anna Kartika, mengingatkan perlunya dukungan dari para penyintas covid akan kebutuhan plasma konvalesen bagi para pasien Covid-19.