“Saya ingin mewujudkan keinginan Bapak saya agar saya bisa membanggakan orang tua saya. Semoga Bapak saya yang sudah tiada bisa bangga pada anaknya yang sudah meraih gelar sarjana,” katanya.
Usai prosesi wisuda berakhir, Nadif, anak bungsu dari 16 bersaudara itu pun kemudian membersihkan makam. Dia juga mendoakan ayahnya sebelum pergi meninggalkan makam.
Sarkinah, Ibu Nadif, mengatakan, sebenarnya ingin ikut bersama Nadif ke makam. Namun karena medan jalan yang susah, Nadin menyarankan ibunya agar tinggal saja di rumah.
“Alhamdulillah, saya bangga anak saya sudah lulus dan jadi sarjana,” kata Sarkinah.