Pengalaman Mbah Sumar Hadapi Erupsi Gunung Merapi 2010

Ahmad Antoni
Sindonews
Mbah Sumar saat mendapatkan topi BPBD dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

BOYOLALI, iNews.id - Sumar Sabar (72), Warga Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) tidak genjar jika erupsi Gunung Merapi kembali terjadi. Dia mengaku sudah berpengalaman menghadapi erupsi Gunung Merapi sejak tahun 2010.

Mbah Sumar pun membagikan ceritanya saat menghadapi erupsi Merapi. Kala itu semua warga berlarian. Teriakan-teriakan ketakutan terdengar di mana-mana.

Satu-satunya yang menenangkan adalah kesigapan perangkat desa serta relawan-relawan bencana. Mereka langsung mengumpulkan warga kemudian mengevakuasi ke tempat aman.

"Dibawa ke Mertoyudan Magelang, ngungsi di sana 40 hari," kata Sumar, Rabu (8/7/2020).

Selain pakaian secukupnya, yang dia bawa hanya surat-surat penting seperti KTP, KK, sertifikat tanah dan surat nikah. Hewan ternak yang dia punya, meski tidak bisa dibawa tapi akhirnya masih tetap bernyawa sampai dia kembali. Sepulang dari tempat pengungsian, dia baru tahu bahwa Mertoyudan merupakan desa saudara yang dimiliki desanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan Pemprov

57 tahun lalu

Polda Jateng Ungkap Produksi Mi Basah Mengandung Bahan Berbahaya, 12 Jeriken Formalin Disita

57 tahun lalu

Ungkap Identitas Perampok Sadis Tewaskan Bocah 5 Tahun di Boyolali, Polisi Olah TKP

57 tahun lalu

Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas Ibu Kritis

57 tahun lalu

Sekolah Rusak Diterjang Angin Kencang, Siswa SDN di Boyolali Dipindahkan Sementara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal