Peneliti UNS Ciptakan Alat Bantu Pernapasan untuk Pasien Covid-19, Begini Bentuknya

Ary Wahyu Wibowo
Helm CPAP berbasis internet of things yang diciptakan peneliti UNS Solo. Foto: iNews.id/Ary Wahyu Wibowo.

Dikatakannya, Chidni tahun 2015 bersama rekan rekannya meneliti alat CPAP dan menyatakan mempunyai kekurangan, yakni alat tersebut belum terintegrasi loT. Studi lain menyatakan alat tersebut hanya dapat digunakan sekali. 

“Oleh karena itu, kami menambahkan fasilitas sensor oksigen dan sensor saturasi oksigen (SpO2). Helm CPAP akan berbasis internet of things, sehingga hasil pengukuran sensor langsung dapat dilihat melalui smartphone,”katanya. 

Alat ini dapat digunakan berulang dengan penggantian tabung dan perekat leher. Dirinya berharap alat yang diciptakan dapat membantu para tenaga medis dan penyedia alat kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

Lebih jauh dijelaskan, keunggulan dari desain 3D helm CPAP antara lain desain untuk memudahkan proses perakitan dan pembongkaran. Material kompatibel terhadap tubuh pasien, dapat digunakan berkali kali dengan mensterilkan komponen helm CPAP. 

“Kecuali pada tabung dan perekat leher pasien yang harus diganti saat akan digunakan kembali,” ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! 4 Pelaku Pemalsuan Riset Ternyata Jebolan UNY

57 tahun lalu

Peneliti UGM Temukan Spesies Baru Kadal Buta Endemik Pulau Buton

57 tahun lalu

Prihatin Situasi Politik saat Ini, UNS Ingatkan DPR dan Pemerintah Miliki Kepekaan Sosial

57 tahun lalu

Guru Besar Fakultas Hukum UNS Kaget Ditunjuk Jadi Mediator Gugatan Ijazah Jokowi

57 tahun lalu

UNS-Kota Solo Didapuk jadi Tuan Rumah 16th EASTS Conference 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal