Pendapatan Petani Rendah, DPRD Jateng Sebut Permasalahan Subsidi Ruwet

Ahmad Antoni
Para narasumber dalam Dialog bersama Parlemen: Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Strategi Penanganan Pupuk Langka & Kesejahteraan Petani, Rabu (18/8/2021). (foto: Istimewa)

“Penyusunan RDKK itu sudah menggunakan sistem elektronik yang dipandu para penyuluh pertanian,” kata Asil. Dia mengatakan bahwa upaya pengalihan subsidi pupuk sudah pernah ditanyakan ke Pemerintah Pusat. 

“Ada dua alasan yang dipertimbangkan, pertama karena banyaknya petani secara nasional sejumlah 16,6 juta petani dan yang kedua karena selisih pupuk subsidi dan non subsidi sangat jauh,” katanya.

Sementara, Dosen UKSW Prof Sony Heru Priyanto mengatakan, penyusunan RDKK tersebut seharusnya real time dan bukan disusun pada tahun sebelumnya. Karena, data pertanian itu dapat berubah setiap saat. 

“Dalam hal digitalisasi data memang sudah keharusan, namun data tersebut harus memuat informasi yang real time,” kata Profesor.

Terkait usulan pengalihan subsidi pupuk ke subsidi pasca panen, dia sangat mendukung dan harga yang diterima oleh petani bukan hanya harga wajar tapi harus harga makmur. “Karena, rata-rata negara yang makmur harga pangannya mahal,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

Tragis! Petani Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu saat Cari Padi Sisa Panen

57 tahun lalu

Tragis! Niat Pasang Jebakan Tikus, Petani di Blora malah Tewas Tersetrum

57 tahun lalu

Dendam Lama Berujung Maut, Petani di Lampung Barat Tewas Ditembak dan Dibacok

57 tahun lalu

Petani di Manggarai NTT Semringah Hasil Pertanian Lokal Diserap MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal