Rasa haru mulai terasa di hatinya. Dengan suara sedikit bergetar, dia menjawab dengan suara lirih. "Bojo kulo sok kerjo ngeten niki (suami saya juga kerja seperti ini)," kata Arti.
"Sampeyan sedinten pinten ngeten niki? (Kamu sehari dapat uang berapa dengan kerja seperti ini?)," Mensos bertanya. "Nggih mboten nentu, kadang 30 ewu. Kadang 20 ewu. (Ya tidak tentu, kadang Rp30.000, kadang Rp20.000)" sebut Arti.
"Kalih bapake gaweane oleh piro?. (Kalau bekerja menjadi pemulung bersama dengan suami bisa dapat berapa?)," Mensos bertanya. "Enten 30, sok nggeh 50, nggeh mboten mesti bu. (Bisa dapat Rp30.000, kadang Rp50.000, ya tidak pasti bu)," ujar perempuan 36 tahun ini menambahkan.
Risma menanyakan, sejauh ini apakah sudah mendapatkan bantuan pemerintah. "Dereng bu (belum bu)," kata warga Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, ini sambil menggelengkan kepala.
Mensos kemudian meminta staf untuk melakukan asesmen terhadap Arti. Dengan arahan agar Arti bisa mendapatkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial.