"Memang harus dibuat kapok. Orang Indonesia itu takut sama hantu. Dibuat efek jera dengan komitmen itu. Mereka pulang kampung tidak bawa penyakit. Saya minta teman-teman desa untuk aktif. Orang ngeyel ini harus di-punishment," katanya.
Lagi laporan yang dia terima, para pemudik nakal itu hanya bertahan selama tiga hari dikarantina. Namun, pemeritah desa tetap meminta komintem mereka untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah masing-masing.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Sempat Kurung Pemudik di Rumah Angker, Bupati Sragen Klaim Jurusnya Ampuh"