Pemkab Batang Jemput Bola Tangani LSD pada Ternak Sapi

Antara
Ilustrasi penyakit LSD yang menyerang ternak sapi. Foto: ANTARA/Aris Wasita.

BATANG, iNews.id –Pemkab Batang gerak cepat menangani kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit benjolan pada ternak sapi melalui sistem jemput bola. Penyakit sudah mewabah di daerah itu sehingga perlu penanganan secara cepat.

"Penularan memang cukup cepat. Kasus penyakit ini penyebarannya melalui vektor (perantara) seperti nyamuk, lalat dan jarum suntik, berbeda dengan kasus penyakit mulut dan kuku pada ternak," kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Batang Windu Suriadji, Jumat (10/2/2023). 

Dikatakannya, virus Lumpy Skin Disease bukan merupakan penyakit zoonosis sehingga tidak menular pada manusia.

Adapun kriteria ternak sapi yang terserang virus LSD, di antaranya terjadi kerusakan pada kulit, munculnya banyak benjolan pada kulit hewan dan pembengkakan pada kaki sapi.

"Masa inkubasi penyakit akibat virus LSD pada inangnya sekitar 28 hari, lebih lama dari penyakit mulut dan kuku yaitu selama 14 hari," katanya.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lagi, PT SSL Salurkan Bantuan untuk Masyarakat di Sekitar Konsesi

57 tahun lalu

Heboh Puluhan Ternak Sapi Warga Mati Mendadak di Kota Batu, Ada Apa?

57 tahun lalu

Idul Adha 2024, Kebutuhan Hewan Kurban di Bangka Barat Dipastikan Cukup

57 tahun lalu

Pemberdayaan Napi, Pelihara Ratusan Ekor Sapi di Lapas Warungkiara Sukabumi

57 tahun lalu

Pemkab Batang Jamas Tombak Abirawa dan 70 Pusaka saat Malam 1 Suro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal