Pemasukan Menipis, Sopir Angkot di Kudus Minta Prioritas Pembelian BBM Premium

Antara
Angkot di Kudus sepi penumpang. (Foto: Antara)

"Jika membeli pertalite, tentu harganya jauh lebih mahal sehingga tidak sebanding dengan pemasukan selama ini," ujar dia.

Awak angkot lainnya, Cahyadi, mengakui sering kali mendapat perlakuan kurang mengenakkan saat antre membeli premium. Operator SPBU sering kali memprioritaskan pedagang eceran yang membeli dengan mobil.

Mengingat awak angkot membeli premium maksimal Rp50.000 per hari, dia berharap, mendapatkan prioritas agar setiap kali membutuhkannya bisa mendapatkan, mengingat saat sekarang juga membutuhkan bantuan agar masih bisa tetap bekerja.

"Saya lebih mengutamakan membeli premium karena harganya hanya Rp6.550 per liter, sedangkan pertalite lebih mahal karena mencapai Rp7.650 per liter, mengingat saat ini cenderung sepi penumpang," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Truk Tabrak Angkot di Bandung Barat, 11 Orang Luka-Luka

57 tahun lalu

Angkot di Sukabumi Gunakan Elpiji 3 Kg sebagai Bahan Bakar, Sehari 2 Tabung

57 tahun lalu

Mencekam! Aksi Begal Bersajam dalam Angkot di Medan, 2 Penumpang Perempuan Nekat Lompat

57 tahun lalu

Mengerikan! Detik-Detik Angkot Tabrak dan Lindas Pemotor Pasutri di Sukabumi Terekam CCTV

57 tahun lalu

Tabrakan Daihatsu Sigra dan Angkot di Pandeglang, 4 Orang Dilarikan ke RS 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal