Aris meyakini, ikan yang mati ini merupakan hiu paus yang dalam beberapa hari muncul di pantai. Bahkan ikan ini sempat terdampar di tepian Pantai Glagah. Sedangkan pada Rabu (26/2/2020), paus itu kembali terdampar di Pantai Garongan, meski bisa kembali ke tengah. Hingga kemarin pagi kembali muncul di Glagah dan hari ini ditemukan mati.
"Sepertinya sama dengan yang muncul beberapa hari lalu," ujaranya.
Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY yang datang langsung melakukan pemeriksaan dari luar dan dalam. Mereka mengukur panjang ikan dari berbagai sisi. Termasuk memeriksa kondisi mulur dan dubur ikan.
Petugas kemudian membedah perut paus untuk mengambil beberapa organ. Seperti hati, usus dan beberapa organ dalam untuk diperiksa di laboratorium.
"Kami belum bisa pastikan penyebabnya, nanti akan diperiksa di lab," kata dokter hewan BKSDA DIY Yuni Tita Sari.
Dari pemeriksaan sementara, di saluran pencernaanya banyak ditemukan pasir. Kemungkinan pasir masuk karena dalam beberapa hari ini terdampar. Sedangkan kondisi lainnya masih bagus. Hanya pada hatinya sedikit bermasalah. Namun untuk memastikan tetap harus menjalani uji lab.