"Saya terpaksa berjualan di bahu jalan pantura karena tidak mempunyai kios di dalam. Saya tahu ini bahaya , namun bagaimana lagi, saya harus cari penghasilan untuk keluarga," kata Isnawati penjual tahu, Selasa (19/5/2020).
Adanya pandemi Covid-19 tidak mempengarui ramainya Pasar Wiradesa. Ribuan warga menyerbu tempat pasar tradisional terbesar di jalan pantura Pekalongan tersebut.
"Kami harus belanja untuk kebutuhan Lebaran dan kebutuhan sehari- hari. Pandemi Covid-19 memang bahaya namun kami harus makan dan memenuhi kebutuhan seperti baju Lebaran juga kebutuhan sehari-hari,” ucap Solihah, pembeli warga Mayangan.