Menurutnya, MPLS juga digunakan untuk sarana sosialisasi kehidupan baru di bidang pendidikan yang harus dijalani siswa jika sekolah sudah mulai dibuka normal.
"Kabupaten Blora merupakan zona dengan risiko rendah penularan Covid-19, sehingga secara bertahap sekolah harus mempersiapkan diri untuk tatanan hidup baru khususnya di sekolah," katanya.
Ketua Panitia MPLS SMK Negeri 1 Jepon Blora, Luthfi menambahkan, meski hanya menjalani tatap muka selama tiga jam, protokol kesehatan secara ketat diterapkan. Protokol kesehatan ini juga bertujuan membiasakan peserta didik dengan tatanan kehidupan baru dan memastikan kesehatannya.
Tempat duduk setiap peserta didik ditata dengan menerapkan jaga jarak masing-masing satu meter. Selain itu, mereka wajib mengenakan face shield dan dipastikan suhu tubuhnya tak lebuh dari 37,5 derajat Celsius.
"Penanaman kedisiplinan peserta didik melalui penerapan protokol kesehatan pada kegiatan MPLS ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat akan pentingnya kebiasaan hidup bersih. Peserta didik akan menjadi pembawa virus kebaikan di masyarakat," kata Lutfhi.