“Karena sepuluh rumah itu satu dawis, jadi lebih dekat cakupannya. Selain membantu penanganan pasien, dengan adanya nakes dadakan dari Dawis ini juga meningkatkan kepedulian masyarakat pada tetangga," katanya.
Bukan hanya mendapatkan edukasi teoretis, namun ibu-ibu tersebut juga benar-benar melaksanakan pemeriksaan pasien Covid-19 dengan menerapkan prokes ketat. Mereka dibekali pakaian APD lengkap ketika mengecek pasien isolasi.
"Kami diajari cara mengecek pasien. Diajari ngecek suhu, cek saturasi oksigen pakai oxymeter, diajari ngecek tekanan darah, dan menanyakan keluhan-keluhan pasien. Tiap hari kami datang ke pasien yang isolasi mandiri dan melaporkan hasil pantauan ke grup WA yang ada pak lurah dan bu bidan di dalamnya," kata mereka.