“Saya meyakini apabila calon Taruna/ Taruni yang diputuskan lolos seleksi secara murni adalah merupakan calon-calon Taruna/Taruni terbaik sesuai persyaratan yang sudah ditetapkan, maka mereka nantinya akan dapat dididik menjadi perwira-perwira TNI yang handal dan bisa dibanggakan oleh nusa dan bangsa," katanya.
Sebaliknya apabila terdapat oknum panitia yang terlibat bermain dalam pelaksanaan werving, Pangdam akan mengambil tindakan tegas. “Setiap calon, apapun latar belakang keluarganya, memiliki kesempatan yang sama untuk masuk diterima sebagai Taruna/Taruni Akademi Militer,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Pangdam berpesan kepada seluruh panitia untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara profesional objektif dan transparan terbebas dari kepentingan pribadi.
Selain itu Pangdam juga menekankan agar panitia memberikan penjelasan kepada calon yang tidak lulus sehingga bisa memperbaiki diri pada seleksi mendatang. Hal ini dilakukan sebagai wujud transparansi dalam proses seleksi yang diselenggarakan.