BANYUMAS, iNews.id – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat ibu-ibu di Banyumas mencari peluang usaha. Salah satunya dengan memanfaatkan daun-daunan di sekitar rumah yang ternyata bisa menghasilkan uang dengan omzet belasan juta per bulan.
Ibu-ibu perajin membuat kerajinan batik ecoprint dengan bahan daun-daunan dan kain sutra, kulit binatang dengan pewarna kayu hutan. Hasilnya, ecoprint ini dijual hingga ke luar Jawa dengan harga bersaing.
Mereka memanfaatkan daun-daun di depan rumah seperti daun pohon lanang, daun singkong, daun bunga Kamboja hingga rumput-rumput liar sebagai bahan baku kerajinan batik ecoprint.
Batik ecoprint sendiri adalah teknik pewarnaan alam dengan memanfaatkan getah dedaunan untuk mencetak motif dari daun itu sendiri pada sebuah kain.
Pembuatan batik ecoprint ini terbilang cukup rumit dan lama serta dibutuhkan sentuhan rasa seni agar hasil cetak ecoprint bisa bernilai etnik.