PEKALONGAN, iNews.id – Cara berjualan jajanan yang dilakukan Lia Afidah, warga Dukuh Kedolong, Desa Jrembengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan mampu mencuri perhatian. Mengenakan kostum hantu kuntilanak, ia berjualan berkeliling usai salat tarawih sambil tertawa cekikikan.
Aktivitas berjualan jajanan papeda (pati puyuh dadar) dengan cara keliling kampung, dilakukan saat malam hari. Kostum hantu kuntilanak yang dikenakan, warnanya putih menjuntai ke bawah. Rambut terurai panjang dengan wajah putih, berkelopak mata hitam, terlihat beberapa percikan warna merah darah di bagian mulutnya.
Dalam berjualan, ia menggunakan kostum horor sambil naik sepeda motor keluar masuk kampung. Sebelum berangkat, ibu dua anak ini berdandan sendiri merias wajahnya seperti kuntilanak.
“Sebelumnya saya berjualan siang hari dan menggunakan kostum seragam sekolah dan kostum aneh lainnya. Namun setelah pandemi dan pas Ramadan, tidak ada anak ke sekolah,” kata Lia Afidah alias Lia Keling.
Sehingga dagangannya menjadi kurang laku. Untuk itu, ia lalu berusaha menarik perhatian agar warga tetap mebeli jajanannya. Dandanan ala kuntilanak justru menarik perhatian pembeli dan membut dagangannya laris manis. Kehadirannya tidak membuat takut dan justru ditunggu anak-anak, remaja dan ibu-ibu setelah salat tarawih.