Menurut Rokhman, terdapat sejumlah penemuan yang menguatkan dugaan bahwa kebakaran bukan terjadi secara spontan. Selain adanya dugaan bekas cairan Pertalite, ventilasi besi aula juga ditemukan dalam kondisi bengkok.
"Gerbang depan dan samping dalam keadaan terkunci. Kemungkinan pelaku masuk dari belakang sekolah yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Dugaan sementara menggunakan Pertalite," ucapnya.
Dia menyampaikan, sekolah belum memiliki kamera pengawas (CCTV), sehingga identitas pelaku belum dapat diketahui. Selama ini, pihak sekolah juga mengaku tidak memiliki persoalan dengan pihak mana pun.
"Kami tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Karena itu kami juga kaget dengan kejadian ini," ucapnya.
Kapolsek Rowosari Iptu Akhmad Djoko Puji Laksono mengatakan bahwa bersama tim identifikasi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.