JAKARTA, iNews.id - Riya atau pamer merupakan penyakit hati yang harus dihindari tiap Muslim. Sebab, ancaman siksa bagi orang yang suka pamer sangat pedih.
Di era digital ini, orang dengan mudah bisa mengunggah tiap kegiatan amal maupun ibadah yang dilakoninya entah untuk sekadar berbagi atau mencari like maupun ingin dikomentari. Hal itu kadang malah menjerumuskan ke dalam sikap riya atau pamer.
Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
{الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ}
Artinya: Orang-orang yang berbuat ria. (Al-Maun: 6)
Mufasir Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menerangkan berkaitan dengan ayat tersebut. Dari Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdullah ibnu Abdu Rabbih Al-Bagdadi, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Ata; dari Yunus, dari Al-Hasan, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Saw yang telah bersabda:
"Sesungguhnya di dalam neraka Jahanam benar-benar terdapat sebuah lembah yang neraka Jahanam sendiri meminta perlindungan kepada Allah dari (keganasan) lembah itu setiap harinya sebanyak empat ratus kali. Lembah itu disediakan bagi orang-orang yang riya (pamer) dari kalangan umat Muhammad yang hafal Kitabullah (Alquran) dan suka bersedekah, tetapi bukan karena Zat Allah, dan juga bagi orang yang berhaji ke Baitullah dan orang yang keluar untuk berjihad(tetapi bukan karena Allah Swt)."
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na im, telah menceritakan kepada kami Al-Amasy, dari Amr ibnu Murrah yang mengatakan bahwa ketika kami sedang duduk di majelis Abu Ubaidah, lalu mereka berbincang-bincang tentang masalah riya.