Sinoeng menegaskan, pihaknya sedang mendorong pelatihan bagi para pendamping wisata alam supaya memiliki sertifikat.
BACA JUGA: Tabuhan Rebana Santri Iringi Misa Natal di Gereja Mater Dei Semarang
"Mereka sudah berpengalaman, memiliki jam terbang yang banyak, tapi saya hanya ingin apa sudah miliki kemampuan dan kapasitas tersertifikasi dan ini sudah kami laksanakan. Kami rancang tahun 2020 ini, agar para pemandu wisatawan living guard itu sudah tersertifikasi, paling tidak memberikan SOP," tuturnya.
Menurutnya, objek wisata alam seperti sungai, danau, air terjun dan lainnya setidaknya menyediakaninformasi terkait cuaca hari ini. Warning tersebut bukan hanya di daerah wisatawan tapi juga di daerah hulu yang memiliki koneksitas aliran air.