“Pak Gubernur sudah mewanti-wanti agar Blora bisa meningkatkan kewaspadaan, mengingat tetangga kita sudah masuk zona merah. Jangan sampai Blora ikut merah, protokol kesehatan harus lebih kita perketat untuk mencegah penularan,” kata Arief Arief Rohman.
Terkait munculnya klaster hajatan di Desa Balongsari, Bupati berinisiatif untuk mengirimkan surat permohonan bantuan alat swab PCR kepada Kementerian Kesehatan dan BNPB agar Blora diberikan tambahan lagi.
Sebab saat ini, swab PCR baruy ada di Labkesda dan RSUD Blora. Sedangkan RSUD Cepu belum ada. Sebagai antisipasi lonjakan kasus, Bupati menginstruksikan seluruh rumah sakit di Blora menambah tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19.